Diagnosa Kanker PayuDara

Herbal, Kanker, Payudara, Herbal Biocarnoma, Bio Carnoma, Biocarnoma
Diagnosa kanker payudara lebih dini merupakan tindakan yang sangat baik. Kami memberikan informasi sedikit cara mendiagnosa penyakit kanker payudara dibawah ini.

1. Pemeriksaan USG : USG dapat menjadi pemahaman yang jelas akan kondisi jaringan kelenjar payudara, perbatasan, ada tidaknya benjolan, ukuran, bentuk dan sifat (kistik atau padat) untuk identifikasi yang lebih handal akan jinak-ganasnya tumor. Ketepatan diagnosa USG buat kanker payudara berusia 30 tahun adalah 80-85%. Kanker menginfiltrasi jaringan disekitarnya dan membentuk echogenic band, struktur normal payudara akan rusak. Akan timbul gejala seperti penebalan kulit di atas benjolan tersebut atau mencekung, ini menjadi indeks penting diagnosis kanker payudara. USG tidak berbahaya, dapat diterapkan berulang kali.

2. Thermal Image Inspection : gambar aplikasi menunjukkan distribusi suhu permukaan dikarenakan perkembangbiakkan sel kanker cepat, pembuluh darah juga bertambah banyak, dan peningkatan suhu permukaan benjolan, artinya suhu permukaan yang sesuai lebih tinggi dari jaringan disekitarnya, perbedaan ini bisa dijadikan sebagai diagnosa. Namun cara diagnosa seperti ini kurang standar gambar yang tepat, thermal anomaly dan tumor tidak sesuai, tingkat kecocokan diagnosa rendah, sehingga beberapa tahun terakhir ini jarang diterapkan.

3. CT Scan : dapat digunakan pada posisi lesi kelenjar payudara sebelum biopsy dibagian yang tidak dapat disentuh, memastikan diagnosa kanker payudara sebelum operasi, periksa zona payudara, aksiler dan ada tidaknya pembengkakan di internal kelenjar getah bening susu, membantu menentukan rencana pengobatan.

4. Tumor markers checked : dalam proses karsinogenesis, diproduksi oleh sel tumor, sekresi, langsung melepaskan komposisi jaringan sel dan antigen, enzim, hormone atau keberadaan bentuk metabolit di dalam sel tumor atau di dalam cairan tubuh. Zat semacam ini disebut tumor marker. Metode pemeriksaannya terdiri dari : Carcinoembryonic antigen (CEA), feritin, monoclonal antibody, dll.

5. Biopsi : kanker payudara harus ditetapkan diagnosis sebelum memulai pengobatan. Meskipun sekarang banyak metode pemeriksaan, tetapi sampai sekarang hanya hasil patologi biopsy yang menjadi satu-satunya dasar penentuan diagnosa.

(5.1) Biopsi Aspirasi : cara ini sederhana, cepat, aman dapat menggantikan bagian jaringan insisi pembekuan, tingkat positifnya tinggi diantara 80-90%, selain itu juga bisa digunakan untuk anti kanker skrining. Jika diagnosa klinis adalah ganas dan laporan sitologi jinak atau mencurigakan, harus melakukan biopsy bedah untuk memastikan diagnosa.

(5.2) Biopsi Insisi : dikarenakan metode ini mudah menyebabkan proliferasi tumor karsinoid, umumnya metode ini tidak dianjurkan. Metode ini hanya diterapkan pada kanker stadium lanjut untuk menentukan jenis patologi.

(5.3) Biopsi Eksisi : adalah pengangkatan tumor di jaringan tertentu disekitarnya dan diduga tumor ganas. Umumnya direseksi dari tepi tumor minimal sekitar 1cm.

Diagnosa Sendiri Kanker Payudara :

1. Pemeriksaan sewaktu mandi
Sewaktu mandi, bagian dada disabunin dahulu untuk mempermudah pemeriksaan. Sewaktu pemeriksaan, satu tangan dibelakang kepala, satu jari diluruskan dan gerakkan jari tangan dengan gerakan memutar, teliti semua daerah bagian payudara, lihat apakah ada benjolan, gunakan cara ini untuk memeriksa satu sisinya lagi.

2. Pemeriksaan di depan cermin
Berdiri di depan cermin, kedua tangan direntangkan ke bawah, lihat dari luar apakah payudara normal atau tidak, ada tidaknya pencekungan puting susu dan penyusutan kulit, gejala pembengkakan, cubit perlahan puting susu ada tidaknya sekresi. Periksa bawah ketiak, ada tidaknya pembengkakan kelenjar getah bening. Terakhir, lakukan berulang kali dengan kedua tangan diangkat tinggi-tinggi ke atas melewati kepala.

Diagnosis Kanker Payudara Harus Diidentifikasi Dengan Penyakit Berikut

1. Payudara Fibroadenoma : sering ditemukan pada wanita berusia muda, bentuk tumor umumnya bulat atau oval, batasnya jelas, perkembangannya lambat. Bagi wanita yang berusia di atas 40 tahun, rajinlah melakukan pemeriksaan Fibroadenoma agar bisa menghindar dari kemungkinan terjadinya tumor ganas.

2. Payudara Kistik Hiperplasia : sering ditemukan pada wanita berusia muda. Ciri-cirinya adalah payudara terasa nyeri, periodik, berhubungan dengan siklus menstruasi.

3. Plasma Sel Mastitis : adalah aseptic peradangan jaringan payudara. Di klinis menunjukkan peradangan akut lebih dari 60%. Jika benjolan membesar kulit akan mengalami perubahan seperti kulit jeruk. 40% pasien mulai mengalami peradangan kronis. Gejalanya seperti benjolan pada periareola, perbatasannya tidak jelas, kulit adhesi dan puting susu mencekung.

4. Payudara Tuberculosis : peradangan kronis di jaringan payudara yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Terjadi pada wanita berusia muda. Jangka waktu sakitnya agak lama, perkembangannya lambat. Bagian tertentu pada payudara ada benjolan, benjolannya agak keras, daerah tertentu kemungkinan ada fibrosis. Batas tumornya kadang-kadang tidak jelas, kadang-kadang terasa sakit, tetapi tidak periodik.

Dikarenakan tekanan kerja yang berat, mempengaruhi tingkat endokrin, mengakibatkan berbagai macam penyakit payudara timbul. Oleh karena itu, kanker payudara makin dekat dengan kita. Kami menyarankan kepada semua kaum wanita agar setiap tahun melakukan pemeriksaan rutin ke rumah sakit.

Penelitian terkait menunjukkan bahwa tingkat insiden kanker payudara menempati penyakit di seluruh tubuh sebesar 10%, merupakan musuh utama kesehatan kaum wanita. Tetapi banyak kaum wanita tidak memahami kanker payudara, oleh karena itu tidak segera diobati. Sewaktu masuk rumah sakit sudah kehilangan kesempatan pengobatan yang terbaik.



MUNGKIN ARTIKEL TETANGGA SANGAT MENARIK BAGI ANDA

Gejala Kanker PayuDara

Kanker, PayuDara, Herbal, Bio carnoma, Herbal Biocarnoma
Secara umum tidak ada rasa sakit yang signifikan, kadang-kadang terasa nyeri atau sakit menusuk. Beberapa pasien kanker payudara stadium awal meskipun di bagian payudara jika diraba tidak menemukan benjolan yang jelas, tetapi sering timbul rasa tidak nyaman pada daerah tersebut.

Gejala Awal Kanker Payudara Pada Wanita

1. Payudara berubah bentuk : terlihat benjolan pada kulit, pada daerah tertentu kulitnya terlihat seperti kulit jeruk, bahkan edema, berubah warna, eksim, dan lain-lain.

2. Tidak terasa sakit pada ipsilateral payudara, hanya tumbuh benjolan kecil, kebanyakan terletak di payudara kuadran luar atas.

3. Retraksi pada bagian tengah puting susu. Kulit payudara sedikit mencekung (dari segi kedokteran dinamakan “penyakit lesung pipit”), erosi dan asimetris puting atau terjadi penebalan dan kekasaran pada kulit payudara, pori-pori membesar (dari segi kedokteran dinamakan “penyakit kulit jeruk”).

4. Kelenjar getah bening aksila ipsilateral membesar dan keras. Pada stadium lanjut, teraba di supraklavikula ipsilateral aksila.

5. Sebagian kecil mengalami keluarnya cairan berdarah , cairan seperti air.

Kanker Payudara merupakan salah satu kanker yang paling sering ditemukan pada kaum wanita. Menurut statistic, tingkat insidennya menempati kanker di seluruh tubuh 7-10%, merupakan urutan kedua setelah kanker rahim. Insidennya sering dikaitkan dengan genetic dan usia diantara 40-60 tahun. Wanita yang sebelum dan setelah menopause memiliki prevalensi lebih tinggi.

Kanker payudara rentan diidap oleh kaum wanita. Tingkat insiden kanker payudara semakin hari semakin muda. Kanker payudara pada stadium awal sangat tinggi angka kesembuhannya jika melakukan pendeteksian dan pengobatan dini.

Kanker payudara pada stadium awal, jika diraba, umumnya tidak menemukan adanya benjolan yang jelas pada payudara. Namun sering merasakan ketidaknyamanan pada daerah tersebut. Terutama bagi kaum wanita pasca menopause, ketika merasakan nyeri ringan pada bagian sisi payudara atau bahu terasa berat dan pegal bahkan rasa tidaknyaman menyebar ke sisi lengan atas, kemungkinan besar merupakan tanda-tanda kanker payudara stadium awal.

Gejala Akhir Kanker Payudara Pada Pria

Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang paling sering ditemukan pada kaum wanita, sekitar 1-2% pasien kanker payudara adalah kaum pria. Meskipun jarang kaum pria yang mengidap kanker payudara, namun tetap harus diperhatikan untuk menghindari terjadinya kanker payudara.

1. Benjolan yang tidak menimbulkan rasa sakit. Ini merupakan gejala pertama yang seringkali ditemukan oleh kaum pria. Benjolan umumnya terletak di bawah areola, tepatnya di pusat jaringan kelenjar payudara pria, pertumbuhan tumor relatif cepat, batas tumornya juga tidak jelas. 

2. Perubahan kulit pada bagian dada. Ada gejala adhesi di otot dada atau kulit pasien kanker payudara laki-laki.
 
3. Kelainan pada puting susu. 20% pasien pria mengalami puting susunya masuk ke dalam dan keropeng. 

4. Nipple discharge. Nipple discharge lebih mungkin dialami oleh pasien kanker payudara laki-laki, namun tidak diperhatikan. 

5. Kelenjar getah bening. Banyak pasien kanker payudara laki-laki waktu diagnosa pertama kali dapat mendeteksi keberadaan kelenjar getah bening aksila.

Baik pria maupun wanita deteksi dini kelainan pada payudara dapat membantu menghindari terjadinya kanker payudara. Pendeteksian dan pengobatan dini tingkat efektifitasnya tinggi dan memperpanjang masa hidup. 


MUNGKIN ARTIKEL TETANGGA SANGAT MENARIK BAGI ANDA

Kanker PayuDara

Kanker, Payudara, Herbal, Herbal Biocarnoma, Biocarnoma
Penyebab kanker payudara belum dapat sepenuhnya dipastikan, beberapa faktor penyebab yang telah dibuktikan masih menjadi kontroversi. Hormon estrogen sebelum dan sesudah menopause menjadi factor signifikan merangsang terjadinya kanker payudara. Selain itu factor genetic, pola makan dan kejiwaan erat sekali kaitannya dengan terjadinya kanker payudara.

Faktor-faktor seperti infertilitas, jumlah kelahiran sedikit, usia menopause yang tua, masa pubertas yang dini, riwayat penyakit tumor jinak payudara, riwayat keluarga kanker payudara, oral kontrasepsi, radiasi eksposur sudah dipastikan ada hubungannya dengan kanker payudara
 
Bahaya kanker payudara :

1.Mengancam kehidupan dan kesehatan kaum wanita.
2.Memiliki resiko metastase kanker.
3.Memiliki kemungkinan terjadinya kekambuhan kanker.
4.Menyebabkan atrofi otot pada lengan dan anggota tubuh bagian atas.

Tingkat kejadian kanker payudara menempati tumor ganas di seluruh tubuh 7%-10%. Wanita dalam masa hidupnya kemungkinan mengidap kanker payudara mencapai 10%. Di seluruh dunia setiap tahunnya sekitar 1.200.000 orang mengidap kanker payudara. 400.000 orang meninggal dikarenakan kanker payudara, tingkat kematian setiap tahun meningkat 2%-3%, tingkat kejadiannya setiap tahun meningkat 0.2%-8%.

Gejala Kanker Payudara :

1.Satu sisi payudara terasa sedikit nyeri atau satu sisi punggung terasa pegal dan tidak nyaman.
2.Di bagian payudara diraba terasa ada benjolan sebesar kacang yang tidak menimbulkan rasa sakit.
3.Kulit pada benjolan tersebut menonjol.
4.Kulit di bagian dada mencekung atau keriput.
5.Puting susu menjadi erosi atau asimetris.
6.Kulit di bagian payudara menjadi tebal dan kasar serta pori-pori membesar.
7.Puting susu ada cairan (nipple discharge), cairan berdarah.

Metode Diagnosa Kanker Payudara :

1. Memeriksakan diri setiap bulan : Setiap wanita harus periksa diri pada hari kelima setelah haid. Caranya adalah tangan disabuni, rabalah daerah payudara dengan jari tengah dan telunjuk searah jarum jam dan aksila dan klavikularis fosa.

2. Palpasi dokter : Dokter spesialis yang bepengalaman lewat cara palpasi dapat mengetahui ada tidaknya tumor di payudara, dapat menyaring beberapa pasien kanker payudara.

3. B-Ultrasound : Pemeriksaan B-Ultrasound dapat memastikan jenis dan letak tumor.

4. Mamografi X-Ray : Dengan Mamografi X-Ray bisa mendapatkan gambar yang jelas, dapat memeriksa palpasi tunas tumor yang kecil yang sulit ditemukan.

5. Biopsi Sitologi : Pemeriksaan B-Ultrasound dan Mamografi X-Ray dilakukan jika ada tumor atau abses yang tidak dapat dibedakan, kemudian harus melakukan kepastian lesi diagnostik tusuk.

Metode Terapi Tradisional Kanker Payudara :

1.Operasi konservasi payudara :Mengeksisi tumor dan sejumlah kecil jaringan disekitarnya. 

2.Radikal mastektomi :Mengeksisi seluruh payudara, termasuk atau tidaknya kelenjar getah bening aksila.

Metode Perawatan Kanker Payudara :

A. Perawatan Pasca Operasi

1.Latihan sendi bahu secara kontinyu pasca operasi.
2.Istirahat yang cukup sesudah keluar dari rumah sakit, berolahraga yang sesuai, seperti jogging dan tai chi.
3.Jaga pola makan, nutrisi yang tinggi, membiasakan pola hidup yang sehat.

B. Perawatan Psikologis

1.Pemeriksaan secara rutin ke rumah sakit.
2.Jaga suasana hati dan kondisi mental yang baik.
3.Dukungan dan suasana yang hangat dari pasangan dan keluarga.
4.Segera memberikan pencerahan dan bujukan.

C. Perawatan Terbaik Kanker Payudara

Multi disiplin tim yang dibentuk oleh ahli bedah payudara, patolog, ahli onkologi radiasi, ahli onkologi minimal invasive, perawat perawatan payudara dan penerjemah, berdasarkan kondisi dan gejala pasien kanker payudara lewat konsultasi para ahli dapat memastikan diagnosa yang efektif, pengobatan dan pengendalian penyakit, meningkatkan probabilitas pengobatan pasien kanker payudara.

Keistimewaan Dari Therapy

Pengobatan China yang telah diteliti bertahun-tahun, memiliki pengaturan keseimbangan dan berkhasiat sebagai anti kanker. Dengan kombinasi kelebihan pengobatan barat dan timur, khasiatnya lebih bagus daripada semua pengobatan tunggal. Untuk pengobatan kanker payudara, dapat dilakukan dengan empat cara melalui “Terapi Kombinasi Barat dan China”



MUNGKIN ARTIKEL TETANGGA SANGAT MENARIK BAGI ANDA

Pengobatan Kanker Serviks

Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan cara pengobatan kanker serviks, antara lain ukuran tumor, usia pasien kanker serviks dan keadaan kesehatan secara keseluruhan, juga tingkat stadium dan lainnya. 

Tingkat keganasan kanker serviks tinggi, 70% pasien kanker serviks saat didiagnosa sudah dalam stadium lanjut. Pengobatan kanker serviks diantaranya adalah operasi pengangkatan, pengobatan kolaborasi medis barat-timur, radioterapi, kemoterapi dan lainnya.

Saat ini pada umumnya cara pengobatan kanker serviks yang paling sering dijumpai adalah dengan operasi dan radioterapi. Operasi cocok dilakukan bagi kanker serviks stadium awal, operasi yang diutamakan adalah radikal hysterectomi (operasi pengangkatan rahim keseluruhan), yaitu mengangkat rahim bagian dari vagina dan jaringan parametrium, disaat yang bersamaan juga membersihkan bilateral kelenjar getah bening di panggul, apabila ovarium tidak ada perubahan patologis dapat dipertimbangkan untuk tidak diangkat. 

Keunggulan dari pengobatan dengan operasi dalam kasus stadium awal adalah cukup sekali operasi sudah bisa membersihkan lesi kanker, masa pengobatan pendek. Kekurangannya adalah lingkup pengangkatan yang luas, setelah operasi mungkin terjadi gangguan fungsi buang air kecil dalam tingkatan tertentu dan komplikasi lainnya, diperlukan istirahat dan latihan beberapa waktu baru dapat pulih kembali.

Radioterapi cocok untuk kanker serviks disegala stadium, bahkan kanker serviks stadium lanjut. Bagi orang usia lanjut, fungsi jantung kurang yang tidak dapat menjalani operasi, radioterapi adalah cara pengobatan kanker serviks yang sangat baik. Akan tetapi radioterapi memiliki komplikasi tertentu, yang paling utama adalah radioaktif rektum dan infeksi kandung kemih, membutuhkan pengobatan yang aktif dan istirahat baru dapat pulih perlahan-lahan.

Pengobatan radiopartikel juga merupakan salah satu cara pengobatan yang efektif untuk kanker serviks. Kanker serviks peka terhadap sinar radioaktif, kanker serviks stadium dini atau stadium lanjut semuanya memiliki hasil pengobatan yang cukup bagus. Pengobatan radiopartikel dilakukan dengan menanamkan radiopartikel ke dalam tumor di bawah panduan CT atau USG , partikel-partikel ini di dalam tumor akan terus memancarkan sinar radioaktif, mengobati tumor dan memotong jalur penyebaran tumor.

Kanker serviks adalah kanker ganas yang terjadi di bagian uterus vaginal dan serviks kanal, kanker ini merupakan salah satu kanker ganas yang paling sering dijumpai di saluran reproduksi wanita. Walaupun tingkat insiden kanker serviks tinggi, tetapi pasien kanker serviks tidak perlu merasa cemas berlebihan, asalkan dapat melakukan deteksi dini dan pengobatan dini sudah cukup.

Dari sini bisa terlihat ada banyak macam cara pengobatan kanker serviks, pasien kanker serviks diharapkan tidak menyerah terlebih dahulu, asalkan bisa bekerja sama dengan dokter, memilih cara pengobatan kanker serviks yang cocok untuk diri sendiri, dengan demikian bisa dengan efektif mengontrol kanker serviks.


MUNGKIN ARTIKEL TETANGGA SANGAT MENARIK BAGI ANDA

Diagnosa Kanker Serviks

Metode umum diagnosis kanker serviks antara lain ;

1. Blade cervix cytologic examination (Serviks Pap)
Adalah metode utama untuk mendeteksi lesi prekursor kanker serviks dan kanker serviks stadium awal. Tapi harus hati-hati dengan posisi bagian materi yang diambil dan pemeriksaan mikroskopis yang teliti, tingkat negatif palsu bisa sebesar 5% ~ l0%, karena itu, harus dikombinasikan dengan kondisi klinis dan melakukan pemeriksaan berkala, sebagai metode untuk screening.

2.Yodium
Tes Serviks atau vagina epitel skuamosa normalnya kaya akan glikogen, yang dapat menjadi warna cokelat setelah diberi cairan yodium, sedangkan serviks epitel kolumnar, erosi serviks, dan epitel skuamosa abnormal (termasuk metaplasia skuamosa, displasia, karsinoma in situ dan area karsinoma invasif) tidak ada glikogen, maka tidak berwarna. Dalam klinis serviks yang terpapar oleh spekulum vagina, setelah menyeka lendir permukaan, memoleskan larutan yodium, ke serviks dan forniks, bila ditemukan adanya daerah yodium-negatif abnormal, bisa melakukan biopsi dan pemeriksaan patologis untuk daerah ini.

3. Biopsi serviks dan kanalis servikalis
Pap smear di serviks yang lebih dari Kelas III ~ IV, tetapi bila biopsi serviks negatif, di persimpangan kolom skuamosa, serviks pada titik 6, 9, 12 dan 3: mengambil empat poin biopsi atau pada daerah yodium tes tidak berwarna dan situs kanker yang dicurigai, mengambil beberapa jaringan dan excisional biopsi atau penerapan kuret kecil mengorek endoserviks dikirim untuk pemeriksaan patologis.

4. Kolposkopi
Kolposkopi tidak dapat langsung mendiagnosis tumor karsinoid, tetapi dapat membantu memilih lokasi biopsi untuk melakukan serviks biopsi. Menurut statistik, biopsi dengan bantuan dari kolposkopi, akurasi diagnostik untuk kanker serviks dini dapat dicapai sekitar 98%. Namun, kolposkopi bukan merupakan pengganti untuk Pap smear dan biopsi, juga tidak dapat menemukan lesi dalam kanal serviks, diagnosis kanker serviks dapat membantu orang untuk deteksi kanker serviks dengan tepat waktu, untuk menghindari keterlambatan dalam pengobatan kanker serviks.

Kanker serviks adalah penyakit yang membuat banyak wanita khawatir dan takut, kanker serviks membahayakan kesehatan dan nyawa wanita. Tapi dengan menskrining kanker serviks dan diagnosis kanker serviks yang tepat dapat mencegah kanker serviks dan mendorong hasil pengobatan kanker serviks.



MUNGKIN ARTIKEL TETANGGA SANGAT MENARIK BAGI ANDA

Kanker Serviks

Kanker, Herbal, Herbal Biocarnoma, Hmn, Prodiabet
Setiap tahunnya sekitar 7,6 juta orang di seluruh dunia meninggal karena kanker, akuntansi untuk 13 persen kematian kanker secara global, termasuk korban kanker serviks dari sekitar 27.000, dan 88% angka kematian berasal dari negara berkembang.

Kasus kanker serviks menduduki peringkat kedua di seluruh kanker perempuan. Setiap tahunnya sekitar 53.000 kasus kanker serviks terjadi, dimana 85% kasus kanker serviks berasal dari negara berkembang.

Kanker serviks adalah tumor ganas yang terletak pada saluran rahim vagina dan serviks. Tingginya kasus kanker serviks umumnya berusia sekitar 50 tahun, dan pasien dengan kanker serviks pada pernikahan dini, hamil dini, perempuan dari infeksi HPV produktif. Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian kanker serviks secara bertahap usia dekat dengan wanita muda. 70% kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus (HPV), diikuti oleh kanker serviks yang disebabkan oleh merokok dan human immunodeficiency virus (HIV), dan faktor risiko lainnya saling terkait yang juga dapat menyebabkan kanker serviks.

Faktor risiko kanker serviks lainnya antara lainnya meliputi : klamidia, kebiasaan makan yang buruk, menggunakan obat-obatan yang mengandung hormon, riwayat keluarga yang terkena kanker serviks, terlalu sering mengkonsumsi pil kontrasepsi, berhubungan seksual di usia muda, hamil dini, melahirkan banyak anak dan faktor lain yang cenderung memicu kanker serviks.

Apa gejala kanker serviks ?

1. Periode menstruasi yang tidak teratur atau pendarahan vagina bahkan setelah menopause.
2. Banyaknya keputihan yang mirip susu cair, mengeluarkan bercak darah & bau busuk.
3. Frekuensi kencing yang semakin sering, tidak than kencing, sembelit dan lain lain
4. Rasa nyeri pada bagian tubuh tertentu
5. Penurunan berat badan, anemia, demam dan kegagalan sistemik. 

Cara mendeteksi kanker serviks

1. Pemeriksaan ginekologi secara teratur, deteksi dini apakah ada lesi pada serviks.
2. Pemeriksaan infeksi leher rahim (cervicitis), apabila ada harus diobati sesegera mungkin.
3. Apabila merasakan gejala awal kanker serviks, segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

Cara mendiagnosa kanker serviks

Kanker, Herbal, Herbal Biocarnoma, Hmn, Prodiabet
1. Pap smear serviks : wanita yang sudah menikah dalam pemeriksaan ginekologi atau anti-kanker skriningnya, membutuhkan Pap smear untuk serviks. 

2. uji yodium : diamati menggunakan kolposkopi leher rahim, permukaan leher rahim dibersikan dulu dari lendir, lalu diteteskan yodium 2% pada leher rahim dan mukosa vagina, apabila tidak berwarna maka ditandai sebagai positif, apabila hasilnya negative, maka dapat diambil samplenya untuk patologi.

3. Biopsi : apabila hasil biopsy dari serviks menunjukkan negatif, maka pada kolom skuamosa serviks kulit di persimpangan dari 6, 9, 12 dan 3:00 untuk mengambil empat poin biopsi, atau menggores dengan kuretan kecil, mengorek endoserviks untuk diperiksakan patologinya.

4. Kolposkopi : kolposkopi tidak dapat langsung mendiagnosa kanker, tetapi dapat membantu dalam biopsi.

Kategori stadium pada kanker serviks

Kanker, Herbal, Herbal Biocarnoma, Hmn, Prodiabet
* Stadium 0 : Kanker masih terbatas pada wilayah epitel serviks, kanker serviks stadium 0 disebut karsinoma pemula

* Stadium I : sel kanker hanya sebatas serviks, sudah mulai terlihat ada kelainan.

* Stadium II : sel kanker sudah menjalar ke bagian vagina, namun belum mencapai 1/3 nya bagian vagina. jaringan ikat paraservikal telah mengalami gangguan, namun tidak mencapai dinding panggul.

* Stadium III : sel kanker telah menjalar menuju bagian bawah lebih vagina lebih dari 1/3 bagiannya, atau sel kanker telah menjalar ke tulang panggul dan tampak penumpukan cairan di kedua belah ginjal.

* Stadium IV : sel kanker telah menutupi seluruh bagian organ kewanitaan, atau sudah melebihi area tulang panggul serta telah mengalami penyebaran ke bagian bagian lainnya seperti rectum, kantong kemih, atau bahkan ke bagian lainnya.

Apa pengobatan konvensional yang paling sering digunakan untuk pengobatan kanker serviks?

1. Histerektomi adalah cara yang paling sering digunakan, diantaranya meliputi :
1a. Histerektomi : pengangkatan leher rahim dan rahim.
1b.  Histerektomi radikal : pengangkatan leher rahim, rahim, vagina bagian atas, ovarium, saluran telur, kelenjar getah bening yang terkena.

2. Radioterapi : kelebihan dari radioterapi adalah mengeluarkan sinar radiasi yang dapat merusakan sel kanker. Kekurangannya adalah efek radiasinya dapat merusak fungsi dari ovarium terutama pada wanita yang belum menopause.

3. Kemoterapi : pengobatan kemoterapi pada pasien kanker serviks yang lebih dianjurkan bagi para penderita kanker serviks stadium lanjut maupun pasien dengan kasus kekambuhan. Namun dampak negatif yang dihasilkan oleh kemoterapi sangatlah besar, bagi pasien kanker serviks dengan kondisi tubuh yang lemah umumnya tidak tahan dengan pengobatan seperti ini.

Perawatan pasca operasi kanker serviks

1. Perawatan psikologis : pasien kanker serviks umumnya mudah merasa takut, cemas, mudah tersinggung maupun emosi emosi lainnya. Oleh sebab itu, pihak keluarga harus sepenuh hati memberikan perhatian serta dukungan bagi pasien.

2. Perawatan kebersihan : setelah operasi, dianjurkan untuk mencuci bagian luar vagina dan sebagian saluran vagina untuk menjauhkan diri dari kuman. Dapat juga mengkonsumsi obat obatan antibiotik untuk mencegah infeksi.

3. Perawatan olahraga : latihan pernapasan perut serta penarikan pengencangan otot anus, untuk mengencangkan otot saluran kencing untuk membantu kantung kemih dalam pemulihan saraf sarafnya.

4. Perawatan makanan : perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin tinggi, protein tinggi, serta makanan lembut yang mudah dicerna, untuk menambah daya tahan serviks.

Pengobatan kanker serviks :

Setelah bertahun-tahun para ilmuwan mengeksplorasi dan meneliti pengobatan Cina, disimpulkan bahwa pengobatan cina sangatlah mengutamakan keseimbangan ( YIN dan YANG ), yang tentunya dapat berperan sebagai anti-kanker. Kelebihan dari metode gabungan timur dan barat adalah metode ini jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan satu macam pengobatan saja. " Terapi Integratif " yang menggunakan metode gabungan dari pengobatan timur dan barat.

Pada saat yang bersamaan dengan pengobatan kanker serviks, anda dapat menerapkan metode kombinasi pengobatan barat dan timur.


MUNGKIN ARTIKEL TETANGGA SANGAT MENARIK BAGI ANDA